5 Cara Memberikan Pendidikan Agama Islam pada Anak Usia Dini

Pendidikan agama merupakan pendidikan fundamental yang perlu ditanamkan sejak usia dini. Nantinya pendidikan ini akan berimbas besar pada banyak aspek kehidupan. Termasuk pendidikan agama Islam yang ternyata bisa dilakukan sendiri di dalam rumah.

Pendidikan agama memang banyak diajarkan dengan metode yang cukup monoton. Namun berbeda dengan sekarang, Anda bisa mengajarkan pendidikan berbasis agama sendiri di rumah dengan cara yang asyik. Penasaran? Admin akan memaparkannya untuk Anda.

Kenapa Pendidikan Agama Islam Penting?

Pendidikan berbasis agama penting untuk membentuk karakter yang sesuai dengan akhlak yang baik. Tidak hanya saat itu, diharapkan pembentukan karakter baik akan terus menempel pada anak hingga dewasa.

Ajaran berbasis Quran dan sunah rasul ini bisa disesuaikan cara ajarnya sesuai usia anak. Tidak hanya mengembangkan karakter baik, lewat pembelajaran agama juga anak diajarkan untuk lebih bertaqwa hanya pada Allah SWT.

Akhirnya menumbuhkan keyakinan pada pegangan sendiri dan berinisiasi untuk jadi agen penyebaran agama secara tidak langsung. Tentu saja cara pandang, cara penyelesaian masalah hingga lainnya akan terbangun sesuai anjuran agama.

Sama pentingnya dengan pembelajaran materi lain, materi agama juga perlu diajarkan sejak dini. Bahkan akan sangat baik bila pendidikan agama menjadi pendidikan pertama yang diajarkan pada anak sendiri.

Tidak masalah bagi Anda yang khawatiri penyampaian materi agamanya kurang baik. Anda bisa mempercayakan penanaman materi keagamaan lewat lembaga pendidikan. Tentunya tidak asal pilih, pilihlah lembaga pendidikan dengan metode dan komitmen yang terbaik.

Cara Ayik Ajarkan Pendidikan Agama Islam

Agama Islam mengajarkan pemeluknya untuk mempelajari ilmu setinggi mungkin. Karenanya pendidikan agama ini bisa langsung diajarkan sejak dini langsung dari rumah. Berikut cara ajar yang bisa Anda gunakan agar proses belajarnya tidak monoton.

1. Bercerita Menggunakan Media

Cara pertama yang bisa digunakan yakni dengan bercerita menggunakan media, seperti metode pembelajaran montessori. Cara ini efektif dilakukan bagi Anda yang hendak mengajarkan pendidikan agama pada anak usia 0 hingga 5 tahun. Dalam cakupan ini proses penerimaan informasi memang terbatas namun sangat cepat.

Agar anak tidak bosan gunakan media cerita seperti boneka atau puppet yang bisa dibuat bersama sebelum cerita. Selain meningkatkan kecerdasan cara ini juga bisa digunakan untuk membangun ikatan secara tidak langsung. Tinggal pilih kisah apa yang akan diceritakan setiap harinya.

2. Bermain Peran

Tidak berhenti di penceritaan menggunakan media boneka, Anda juga bisa bermain peran sebagai salah satu opsi lainnya. Mengisahkan cerita nabi hingga cerita sahabat rasul dengan menggunakan peran juga bisa jadi media ajar yang efektif.

Dengan bermain peran si anak akan menempatkan dirinya sebagai tokoh yang diceritakan. Selanjutnya anak akan lebih mudah mendalami apa inti sari pembelajaran hari ini sesuai apa yang diindranya. Jangan lupa untuk menyampaikan makna dari kisah yang diperankan.

3. Gunakan Buku Pop Up

Anda juga bisa menggunakan buku jenis pop up yang sangat menarik bagi anak. Pada awal pembelian Anda bisa memperkenalkannya dengan cara membaca bersama. Namun seiring waktu anak bisa dilepas untuk membacakannya pada orang lain.

Selain buku dengan tampilan menarik, opsi ini juga mengajarkan anak kemandirian. Tidak berhenti di sana, anak juga akan membangun kepercayaan dirinya sendiri secara tidak langsung. Siapa tahu nantinya anak punya skil pulic speaking yang baik.

4. Belajar lewat Teka Teki

Pendidikan agama Islam juga bisa dibalut lewat permainan teka teki. Opsi pembelajaran ini bisa dilakukan juga untuk kisaran umur anak hingga 7 tahun. Dengan begitu selain belajar ilmu agama, anak juga akan diasah daya nalarnya.

Teka teki bisa dilemparkan secara langsung. Namun bisa juga dilakukan dengan cara menyebarkan clue di sekitar ruang rumah dan anak harus menyusunnya hingga membentuk suatu kata kunci. Setelahnya Anda bisa langsung memaparkan materi. Menarik bukan?

5. Balut Pembelajaran ala Fun Fact

Fun fact bisa menarik pembacanya karena bahasa yang digunakan ringan dan singkat namun tetap berbobot. Metode ini juga bisa dilakukan untuk mengajarkan pendidikan agama pada anak usia dini dengan efektif.

Sediakan setidaknya satu fun fact terkait agama dan beri tahu anak terkait hal tersebut saat waktu luang. Anak tidak akan merasa terbebani dan penyampaiannya pun akan secara sederhana terserap pada pola pikir anak. Bila sudah terbiasa Anda bisa menambahkan beberapa fun fact sekaligus.

Bisakah Metode di Atas Diajarkan di Sekolah?

Metode ajar interaktif di atas tentu bisa diajarkan di sekolah. Pembelajaran agama tidak lagi terlihat monoton justru berpeluang menjadi mata pelajaran favorit bagi anak. Agar pembelajaran lebih efektif Anda bisa mempersiapkan hal berikut:

  • Ruang yang nyaman untuk pembelajaran
  • Metode pembukaan yang interaktif untuk menarik perhatian dan minat murid
  • Gunakan media yang beragam setiap pertemuannya
  • Sering menyeling tema agama bisa dilakukan
  • Jangan lupa untuk mengulang pembelajaran di 5 menit terakhir

Kesiapan materi tentu saja harus dipastikan bila bisa jauh sebelum Anda mengajarkannya pada murid. Tidak menutup kemungkinan bila materi belum dikuasai sepenuhnya akan menimbulkan tidak nyaman hingga tidak sampainya inti pembelajaran.

Konsultasi pada pihak lain juga bisa dilakukan. Seperti halnya Anda ingin mengetahui minat siswa terlebih dulu maka akan sangat baik bila konsultasi bersama guru konseling sekolah. Sisanya Anda bisa melakukan improvisasi sendiri.

Metode pendidikan agama Islam bisa dilakukan di berbagai jenjang pendidikan. Bahkan tidak menutup kemungkinan bagi Anda untuk mengajarkan metode di atas pada jenjang sekolah menengah.

Tinggalkan komentar

error: Content is protected !!